Hubungan Tingkat Stress Dengan Kualitas Hidup Lansia

Authors

  • Fauziah Herdila Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
  • Febrian Rahmat Suwandi Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
  • Masyithah Fadhani Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Abstract

Latar Belakang: Lansia yang sering mengalami perubahan peran sosial, penurunan kapasitas mental, depresi, dan demensia, serta kurangnya dukungan baik dari keluarga ataupun lingkungan akan berdampak terhadap kesehatan psikis lansia. Lansia akan mudah stress dan akan berdampak terhadap penurunan kualitas hidupnya.  

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup (quality of life) pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2023.

Metode: menggunakan desain korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang berada di panti, dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang ditentukan dengan Non Probability Sampling melalui teknik Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner SAQ dan WHOQOL-BREF. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian responden sebanyak 46 orang (53,3%) memiliki tingkat stress sedang dan sebagian responden sebanyak 48 orang (55,8%) memiliki kualitas hidup yang baik. Berdasarkan analisa uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat atau adanya hubungan antara tingkat stress dengan kualitas hidup lansia.

Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan peningkatan bagi petugas kesehtan untuk dapat memperhatikan lansia dan dapat menganjurkan kepada lansia untuk melakukan screening dan konseling stress seperti mengikuti kegiatan penyuluhan agar bisa mendeteksi kejadian stress secara dini dan dapat dilakukan tatalaksana yang tepat, agar lansia sehat dan bahagia di usia tuanya dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Downloads

Published

2024-02-01

Issue

Section

##section.default.title##